BERNUS.CO — Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat, Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin menyerahkan bantuan 240 bibit pohon Alpukat Siger kepada warga Pekon Suka Pura, Kecamatan Sumber Jaya, Senin (21/7/2025).
Penyerahan bibit pohon dilakukan usai Parosil memberikan pembinaan sekaligus melantik 240 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Bung Karno.
Usai penyerahan secara simbolis, Bupati Parosil bersama para guru dan warga setempat langsung melakukan aksi penanaman bibit sebagai langkah awal gerakan penghijauan berbasis masyarakat.
“Penyerahan bibit ini adalah bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menunjukkan komitmen Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi,” ujar Parosil.
Ia juga mengajak para kepala sekolah yang baru dilantik untuk turut serta dalam mendukung misi konservasi daerah.
“Saya mengajak seluruh kepala sekolah untuk menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mewujudkan komitmen konservasi yang sudah menjadi identitas Lampung Barat,” lanjutnya.
Parosil menjelaskan alasan memilih pohon Alpukat Siger adalah karena nilai ekonominya yang tinggi dan potensi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Alpukat ini memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan dan cocok ditanam di wilayah kita,” ungkapnya.
Selain sebagai bentuk komitmen ekologis, penanaman pohon ini juga diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat di masa mendatang.
Sementara itu, Sulastri, salah satu warga penerima bantuan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif Pemkab.
“Terima kasih kepada Pak Bupati atas bantuan pohon alpukat ini. Semoga berkah, sehat selalu, dan pohonnya tumbuh subur,” ucapnya penuh haru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam membangun sinergi antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi daerah sebagai Kabupaten Konservasi.(*)