Notification

×

Iklan

Iklan

Tragedi Antigone: Saat Kekuasaan Menolak Mendengar Nurani

Senin, 30 Maret 2026 | 12.24 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-30T05:30:12Z
    Gambar Ilustrasi

Oleh: Junaidi Jamsari
(Penulis Tinggal di Liwa, Lampung Barat)

Bernus.co - Kisah Antigone telah diangkat dalam berbagai karya sastra dan seni, mulai dari drama, film, opera, hingga lukisan. Cerita ini tidak hanya menjadi warisan penting sastra Yunani kuno, tetapi juga mengandung pesan moral yang relevan sepanjang zaman.

Drama tragedi Yunani karya Sophokles ini menggambarkan konflik antara hukum negara dan hukum moral. Antigone, seorang perempuan muda, memutuskan untuk menguburkan saudaranya, Polyneices, yang oleh negara dianggap sebagai pengkhianat. Namun keputusan itu melanggar perintah raja Thebes, Creon, yang melarang jasad Polyneices dimakamkan secara layak.

Bagi Antigone, hukum moral yang lebih tinggi—yakni hukum para dewa—mewajibkan dirinya untuk memberikan pemakaman yang layak bagi saudaranya. Sebaliknya, Creon menegakkan hukum negara yang melarang hal tersebut. Pertentangan inilah yang memicu konflik tragis antara kekuasaan dan nurani.

Kisah ini menunjukkan bagaimana kekuasaan yang dijalankan tanpa kebijaksanaan dapat berujung pada kehancuran. Antigone memilih mengikuti hati nuraninya meskipun harus menghadapi risiko besar. Keputusannya menjadi simbol kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan.

Dalam perkembangan cerita, Creon akhirnya menyadari kesalahannya. Ia memutuskan untuk membebaskan Antigone yang sebelumnya dihukum dikubur hidup-hidup di dalam sebuah goa. Namun penyesalan itu datang terlambat. Antigone telah mengakhiri hidupnya sebelum pertolongan tiba.

Peristiwa tragis ini semakin diperparah ketika 
Haemon, putra Creon sekaligus tunangan Antigone, bunuh diri setelah menemukan kekasihnya telah meninggal. Tidak lama kemudian, Eurydice, istri Creon, juga mengakhiri hidupnya setelah mendengar kabar kematian putranya.

Tragedi ini menjadikan Creon sebagai sosok yang lebih tepat disebut pahlawan tragis. Dalam konsep tragedi Yunani, pahlawan tragis adalah tokoh bermartabat yang memiliki kelemahan fatal sehingga menyebabkan kejatuhannya sendiri. 

Kesombongan dan keteguhan Creon dalam mempertahankan keputusannya akhirnya menghancurkan keluarganya dan meninggalkan penyesalan mendalam.

Kisah Antigone mengajarkan bahwa kekuasaan tanpa kebijaksanaan dapat membawa bencana. Selain itu, cerita ini mengingatkan bahwa hukum moral dan suara hati sering kali menjadi penuntun yang lebih luhur daripada aturan yang dibuat manusia.

Seiring waktu, kisah Antigone terus diadaptasi dalam berbagai bentuk karya seni. 

Beberapa di antaranya adalah:

* Drama Antigone karya Sophokles, salah satu karya sastra Yunani kuno paling terkenal.

* Film Antigone (1961) yang disutradarai oleh Yorgos Tzavellas.

* Opera Antigone karya Carl Orff.

* Lukisan Antigone karya Frederick Leighton.

Kisah ini tetap hidup dalam berbagai interpretasi karena pesan moralnya yang universal: tentang keberanian melawan ketidakadilan, kesetiaan terhadap nilai moral, serta bahaya kekuasaan yang tidak diimbangi kebijaksanaan.
×
Berita Terbaru Update