Notification

×

Iklan

Iklan

Lampung Dapat Jatah 10 Ribu Rumah, Pemerintah Perkuat Program Hunian Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 18.50 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T11:50:58Z


BERNUS.CO – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi pembangunan perumahan melalui kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang digelar di Gedung Parona, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Acara itu juga melibatkan Kementerian PKP RI, Kemendagri, BPS RI, BTN, BP Tapera, PNM, SMF, serta Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa rumah bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.

“Rumah adalah tempat lahirnya rasa aman, tempat anak-anak tumbuh dengan harapan, dan tempat keluarga membangun masa depan. Ketika masyarakat memiliki hunian yang layak, kesehatan keluarga lebih terjaga, produktivitas meningkat, dan stabilitas sosial ikut menguat,” ujarnya.

Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas komitmen pemerintah melalui Program 3 Juta Rumah yang dinilai mampu membuka akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.

Menurutnya, kebutuhan rumah layak huni di Lampung masih cukup tinggi seiring angka kemiskinan yang masih berada di atas rata-rata nasional. Di sisi lain, peningkatan produktivitas sektor pertanian turut mendorong daya beli masyarakat dan kebutuhan tempat tinggal yang lebih layak.

“Tahun lalu Lampung mendapat sekitar 2.300 unit bantuan bedah rumah. Hari ini Pak Menteri menyampaikan komitmen menyiapkan 10 ribu rumah bagi Lampung tahun ini. Ini menjadi jawaban atas harapan masyarakat,” katanya.

Ia menilai kolaborasi antara kementerian, lembaga, perbankan, pengembang, hingga pelaku UMKM menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan perumahan rakyat di Lampung.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebut sektor perumahan dan konstruksi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Menurutnya, pembangunan perumahan memberikan efek berganda terhadap ekonomi melalui peningkatan investasi, konsumsi rumah tangga, hingga penyerapan tenaga kerja.

Amalia juga mengapresiasi capaian ekonomi Lampung pada Triwulan I Tahun 2026 yang tumbuh sebesar 5,58 persen, tertinggi dalam satu dekade terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I 2026 merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Ini menunjukkan kinerja pembangunan yang sangat baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut didorong sektor pertanian yang tumbuh hingga 12 persen, disusul industri kertas sebesar 9,88 persen dan industri furnitur sebesar 8,43 persen. Konsumsi rumah tangga masyarakat Lampung juga tetap terjaga dengan pertumbuhan mencapai 5,54 persen.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Lampung pada 2025 mencapai sekitar 9,53 juta jiwa dan didominasi usia produktif. Sebanyak 68,13 persen penduduk berada pada usia produktif sehingga Lampung masih berada dalam fase bonus demografi.

Namun demikian, masih terdapat sekitar 146.500 rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri dan sekitar 647 ribu rumah tangga menempati rumah tidak layak huni.

“Program pembangunan dan renovasi rumah ini sangat penting untuk membantu mengurangi backlog perumahan di Lampung,” jelas Amalia.

Pada kesempatan yang sama, Vice President BTN Mihardina Jati menyampaikan bahwa BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan melalui program KPR sebesar Rp5,4 triliun dari sisi suplai maupun permintaan.

Khusus wilayah Lampung dan sekitarnya, tercatat terdapat 2.042 peminatan calon debitur dengan total nilai mencapai Rp268,86 miliar.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Muchlis Basri mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Lampung melalui peningkatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang meningkat hampir lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Ia berharap dukungan pembangunan rumah bagi masyarakat pesisir dan pedesaan terus diperkuat agar semakin banyak warga dapat menikmati hunian yang layak.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta dalam mendukung percepatan pembangunan perumahan sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat di Provinsi Lampung.
×
Berita Terbaru Update