Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 Real Estate Indonesia (REI) sekaligus mempertegas komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan serta pengembangan kawasan permukiman.
Dalam sambutannya, Maruarar Sirait mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilai aktif mendukung program pembangunan perumahan rakyat, termasuk percepatan Program 3 Juta Rumah.
“Terima kasih kepada Gubernur Lampung atas perjuangannya yang luar biasa untuk rakyat Lampung, khususnya di bidang perumahan. Dukungan nyata seperti ini sangat penting untuk memperkuat program pemerintah,” ujar Maruarar.
Ia juga mendorong para pengembang agar menerapkan kebijakan penanaman pohon dalam setiap pembangunan rumah komersial maupun subsidi guna menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pertumbuhan sektor properti.
Menurut Maruarar, sektor perumahan memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi karena mampu menggerakkan banyak sektor usaha, membuka lapangan kerja, hingga membantu menekan angka kemiskinan.
Pada kesempatan itu, Maruarar mengungkapkan program bedah rumah di Lampung mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun sebelumnya sebanyak 3.000 rumah diperbaiki, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 10 ribu rumah atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Selain program bedah rumah, pemerintah pusat juga terus mendorong pembangunan rumah susun dan penataan kawasan kumuh di sejumlah wilayah di Lampung.
“Saya yakin sektor perumahan akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.
Maruarar turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan REI dalam mendukung program strategis nasional. Ia berharap sinergi pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat agar pembangunan perumahan dan kawasan permukiman berjalan optimal.
Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Joko Suranto mengatakan gerakan penanaman sejuta pohon merupakan bentuk tanggung jawab sosial organisasi terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
“Kami ingin mewariskan bumi yang lebih baik kepada anak cucu kita. Karena itu, penanaman pohon menjadi gerakan nyata yang terus kami lakukan dalam setiap momentum organisasi,” ujarnya.
Menurut Joko, REI sebelumnya juga telah menjalankan gerakan penghijauan di Labuan Bajo dan Ibu Kota Nusantara melalui penanaman pohon, pembangunan sumber mata air, serta berbagai kegiatan sosial lingkungan lainnya.
Dalam peringatan HUT ke-54 di Lampung, REI turut membangun monumen serta mendukung pengembangan Taman Kehati sebagai pusat penghijauan dan konservasi lingkungan.
Pengelola Taman Kehati Lampung Anshori Djausal menjelaskan kawasan konservasi tersebut dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak di lahan seluas hampir 25 hektare di Kotabaru, Lampung Selatan.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, kawasan yang sebelumnya merupakan kebun singkong itu telah ditanami sekitar 13 ribu pohon dari lebih 120 spesies tanaman lokal dan mulai berkembang menjadi habitat baru bagi berbagai jenis burung, lebah, kupu-kupu, serta serangga lainnya.
Ia berharap Taman Kehati Lampung dapat berkembang menjadi pusat penelitian, pendidikan, wisata lingkungan, sekaligus kawasan pelestarian plasma nutfah tanaman khas Lampung yang berkelanjutan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Menteri PKP bersama Gubernur Lampung, jajaran Forkopimda, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, serta peresmian tugu dan prasasti di kawasan Taman Kehati.
Acara tersebut juga dihadiri jajaran pengurus REI, akademisi, komunitas lingkungan, dan relawan penghijauan.
