Notification

×

Iklan

Iklan

Pemprov Lampung Siapkan Infrastruktur Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Selasa, 05 Mei 2026 | 23.34 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-05T16:34:18Z


BERNUS.CO – Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan seleksi Manajer Koperasi Merah Putih melalui penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, untuk meninjau langsung pelaksanaan ujian kompetensi di Aula Yayasan Al-Kautsar, Senin (4/5/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses rekrutmen berjalan tertib, transparan, dan sesuai standar nasional. Sistem seleksi dirancang sistematis, mulai dari tahapan registrasi hingga pelaksanaan ujian berbasis komputer yang dibagi dalam beberapa sesi.

Farida Farichah menegaskan bahwa alur pelaksanaan ujian dibuat senyaman mungkin bagi peserta, khususnya generasi muda yang mendominasi pendaftar.
"Alur ini didesain untuk memberikan kenyamanan bagi peserta di bawah usia 35 tahun yang sangat antusias," ujarnya saat meninjau lokasi.

Lampung menjadi salah satu titik penting dalam pemantauan nasional karena dinilai memiliki kesiapan teknis yang sangat baik. Fasilitas pendukung seperti jaringan internet yang stabil dan ruang ujian yang representatif menjadi faktor utama kelancaran pelaksanaan seleksi.

Proses rekrutmen ini mengedepankan transparansi dan akuntabilitas tinggi guna menghasilkan SDM yang benar-benar kompeten. Panitia menggunakan sistem seleksi milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah teruji dalam proses rekrutmen aparatur negara selama satu dekade terakhir.

Hasil ujian peserta bahkan dapat diketahui secara langsung setelah tes selesai, guna meminimalisasi potensi praktik kecurangan.
"Dari sekitar 500 ribu pendaftar secara nasional, nantinya akan dipilih 30 ribu orang terbaik untuk mengisi posisi manajer," tegas Farida.

Peran manajer dalam struktur Koperasi Desa Merah Putih dinilai sangat krusial. Mereka dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk mengoordinasikan seluruh elemen organisasi, mulai dari pengurus hingga dewan pengawas.

Selain itu, profesionalisme juga menjadi syarat utama bagi kandidat terpilih dalam mencapai target kinerja koperasi.
"Manajer harus mampu mengatur sistem kerja tim dan tetap menjaga koordinasi dengan seluruh entitas di dalam koperasi," tambahnya.

Peserta yang dinyatakan lulus harus siap ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia. Penempatan lintas provinsi ini bertujuan mendukung pemerataan penguatan ekonomi desa secara nasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan pelaksanaan program. Lampung bahkan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai cepat dalam mengimplementasikan kebijakan Koperasi Desa Merah Putih.

Ia juga mengingatkan para peserta agar memahami dengan baik pola manajerial serta kontrak kerja yang akan dijalani. Kesiapan mental untuk ditempatkan di mana saja menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Jangan sampai setelah dinyatakan lolos justru tidak siap bertugas, karena hal tersebut dapat menghambat pelaksanaan program nasional ini," pesannya.

Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Kompetensi manajer yang terpilih akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem ekonomi yang kuat, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat.
×
Berita Terbaru Update