Dalam pertemuan tersebut, fokus utama diarahkan pada optimalisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di seluruh perangkat daerah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap program kerja yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Evaluasi ini sangat penting untuk melihat sejauh mana efektivitas penggunaan anggaran daerah,” ujar salah satu pejabat struktural terkait.
Melalui asistensi ini, setiap unit kerja didorong untuk segera melakukan perbaikan, baik pada aspek administrasi maupun implementasi program di lapangan. Pemprov Lampung menargetkan peningkatan kualitas kinerja yang lebih terukur dan transparan.
Selain penguatan reformasi birokrasi dan SAKIP, pembahasan juga mencakup percepatan pembangunan Zona Integritas (ZI) di berbagai instansi. Zona Integritas dinilai sebagai instrumen penting dalam mencegah praktik korupsi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pemerintah daerah berharap pendampingan dari pemerintah pusat ini dapat mendorong kenaikan indeks birokrasi Lampung secara signifikan. Standar operasional yang lebih ramping dan efisien juga menjadi target utama, seiring dengan transformasi digital dalam sistem pemerintahan.
Asistensi tersebut turut menjadi wadah konsultasi langsung bagi perangkat daerah untuk mengatasi berbagai kendala teknis, khususnya dalam pelaporan kinerja secara berkala. Aparatur sipil negara (ASN) pun dituntut lebih adaptif terhadap sistem penilaian yang semakin ketat dan transparan.
Pemprov Lampung optimistis sinergi dengan Kemenpan RB akan mampu menciptakan birokrasi yang lebih bersih, profesional, dan melayani. Keberhasilan implementasi SAKIP diharapkan berdampak pada efisiensi anggaran yang lebih tepat sasaran bagi pembangunan daerah.
Pada akhirnya, penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik. Upaya berkelanjutan ini juga merupakan bagian dari visi besar Lampung untuk mewujudkan birokrasi berkelas dunia.
.jpg)