BERNUS.CO - Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei, S.Sos., M.Si. (Han), melakukan kunjungan kerja ke Markas Yonif TP 944/RSC (Raja Saibatin Cakti) di Pekon Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan satuan sekaligus mendorong peran aktif TNI dalam pembangunan wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam didampingi oleh Komandan Kodim (Dandim) 0422/Lampung Barat. Kehadiran pimpinan Kodam ini disambut langsung oleh jajaran prajurit yang bertugas di wilayah pesisir tersebut.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi satuan, sarana prasarana, serta memberikan pengarahan kepada prajurit, khususnya dalam mendukung tugas-tugas teritorial di daerah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Kristomei menegaskan bahwa keberadaan batalyon teritorial memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan di daerah. Ia menilai, kehadiran satuan TNI tidak hanya berfungsi dalam aspek pertahanan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Batalyon teritorial harus hadir sebagai solusi. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu percepatan pembangunan dan mengatasi kesulitan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pangdam menekankan pentingnya menjaga profesionalisme prajurit di tengah berbagai keterbatasan. Ia mengingatkan agar seluruh anggota tetap disiplin, loyal, dan tidak mudah mengeluh meskipun menghadapi kondisi tugas yang jauh dari keluarga.
“Semangat harus tetap dijaga. Prajurit tidak boleh malas dan harus selalu siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Selain itu, Pangdam juga mendorong peningkatan kemampuan individu prajurit melalui latihan yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan seperti patroli dan ambush perlu terus diasah guna memastikan kesiapsiagaan satuan tetap optimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
Tak hanya soal kemampuan tempur, Pangdam turut mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Ia menekankan agar prajurit selalu mengedepankan sikap humanis serta menghindari tindakan yang dapat merugikan institusi maupun lingkungan.
“Jaga nama baik satuan, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan hindari segala bentuk pelanggaran,” pesannya.
Di akhir arahannya, Pangdam menyoroti pentingnya soliditas internal. Ia mengingatkan agar tidak terjadi konflik antaranggota serta terus memupuk jiwa korsa demi menjaga kekuatan dan keharmonisan dalam satuan.





