
Langkah strategis tersebut ditegaskan usai jajaran TPID Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (27/4/2026). Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menyoroti lonjakan harga sejumlah komoditas strategis nasional.
Beberapa komoditas yang menjadi perhatian utama antara lain cabai, minyak goreng, gula pasir, dan beras yang mengalami kenaikan harga signifikan. “Kami mencatat adanya penambahan jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga cabai dibandingkan pekan sebelumnya,” ujar Tomsi Tohir.
Data menunjukkan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga minyak goreng meningkat dari 207 menjadi 224 kabupaten/kota. Sementara itu, harga beras juga mengalami fluktuasi di berbagai wilayah meski stok nasional dinyatakan masih mencukupi.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah pusat meminta setiap daerah mengidentifikasi secara rinci permasalahan di wilayah masing-masing agar solusi yang diambil lebih konkret dan tepat sasaran. Setiap rakor diharapkan menghasilkan langkah nyata yang berdampak langsung di pasar.
TPID Lampung Selatan pun segera menindaklanjuti arahan tersebut dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas terkait dan distributor. Fokus utama diarahkan pada kelancaran rantai pasok guna mencegah kelangkaan barang yang berpotensi memicu lonjakan harga lebih tinggi.
Salah satu program unggulan yang terus dijalankan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin setiap Kamis pukul 08.00 WIB di Lapangan Korpri, Kalianda. Program ini menjadi instrumen utama dalam menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar.
“Masyarakat dapat memanfaatkan program ini untuk mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga yang jauh lebih terjangkau,” ungkap salah satu anggota TPID.
Pelaksanaan pasar murah secara rutin dinilai efektif dalam meredam gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Strategi ini juga dinilai lebih optimal dibanding operasi pasar yang bersifat insidental.
Selain itu, TPID Lampung Selatan aktif melakukan pemantauan harga harian di pasar tradisional di seluruh kecamatan. Data yang dihimpun menjadi dasar pengambilan kebijakan cepat apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar.
Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, TPID Lampung Selatan optimistis inflasi daerah dapat dikendalikan pada level aman. Stabilitas harga pangan diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Upaya pengendalian inflasi ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang stabil, aktivitas ekonomi warga diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan kondusif.