BERNUS.CO – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menerima audiensi jajaran pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Barat di Rumah Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Senin (27/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum bagi PMI untuk memaparkan program kemanusiaan sekaligus mengusulkan pengadaan mobil donor darah guna menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.
Audiensi dipimpin Ketua PMI Lampung Barat, Edi Novial, yang menyampaikan sejumlah rencana program prioritas tahun anggaran 2026. Salah satu fokus utama adalah perluasan program pengecekan golongan darah masyarakat untuk membangun database pendonor yang lebih terorganisir hingga tingkat kecamatan.
Dalam pemaparannya, Edi menjelaskan bahwa PMI akan bersinergi dengan berbagai instansi, mulai dari Kejaksaan, Kementerian Agama, hingga lembaga pendidikan seperti MAN 1 Liwa. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempermudah pemetaan data golongan darah masyarakat dan mempercepat pemenuhan kebutuhan darah saat kondisi darurat.
"Tujuannya agar ketika ada masyarakat yang membutuhkan bisa langsung menghubungi pendonor yang bersangkutan melalui database kecamatan," jelas Edi Novial.
Selain program jangka pendek, PMI Lampung Barat juga merancang pembangunan unit donor darah permanen di markas pusat sebagai langkah jangka panjang. Rencana ini muncul seiring meningkatnya permintaan darah dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, realisasi program tersebut masih terkendala keterbatasan fasilitas, terutama belum tersedianya mobil donor darah. Edi berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui hibah kendaraan operasional guna menunjang mobilitas tim PMI, terutama dalam menjangkau wilayah pelosok yang memiliki potensi pendonor cukup besar.
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang juga Pembina PMI setempat, menyambut baik paparan program dan aspirasi tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Menanggapi usulan hibah mobil donor darah, Parosil menyatakan pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu terkait ketersediaan anggaran serta regulasi yang berlaku. Ia memastikan pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung program yang berdampak positif bagi masyarakat.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan PMI dalam meningkatkan pelayanan donor darah, sekaligus menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih cepat dan efektif.
