Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Pemkab Lampung Barat bersama tim Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) KDMP di ruang kerja bupati, Rabu (22/4/2025). Pertemuan dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, didampingi sejumlah kepala perangkat daerah.
Dalam arahannya, Parosil menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal penuh implementasi KDMP. Ia menekankan pentingnya menjadikan program ini sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan peluang usaha sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Program ini harus kita jaga bersama. Tujuannya jelas, agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha baru di pekon,” tegasnya.
Menurut Parosil, keberhasilan KDMP sangat ditentukan oleh sinergi seluruh pihak, termasuk peran aktif PMO dan BA di lapangan. Ia meminta setiap kendala yang muncul dapat segera diidentifikasi dan ditangani secara cepat sebagai bahan evaluasi berkelanjutan.
Sementara itu, progres pembangunan gerai KDMP di Lampung Barat menunjukkan perkembangan signifikan. Perwakilan BA Kecamatan Pagar Dewa, Agung Widodo, menyampaikan bahwa dari total 136 pekon dan kelurahan, sebanyak 84 gerai KDMP telah terbangun.
Dari jumlah tersebut, tujuh pekon telah mencapai progres 100 persen. Sebanyak 21 pekon berada di kisaran 50 persen, 37 pekon pada tahap 25 hingga 50 persen, dan 19 pekon masih di bawah 25 persen.
Capaian ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, salah satunya melalui pemanfaatan aset milik pemerintah sebagai lokasi pembangunan. Tercatat, 15 gerai dibangun di atas lahan hibah pemerintah yang tersebar di 15 kecamatan.
“Tercatat ada 15 gerai yang dibangun di atas lahan hibah pemerintah di 15 kecamatan. Ini sangat membantu percepatan pembangunan,” ungkap Agung.
Dalam implementasinya, BA berperan strategis dalam mendampingi koperasi, mulai dari aspek administrasi hingga pengembangan kerja sama usaha, sekaligus memantau progres pembangunan di wilayah masing-masing. Sementara itu, PMO bertanggung jawab terhadap pengendalian program secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, koordinasi lintas sektor, hingga monitoring dan evaluasi.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, PMO, dan BA, program KDMP diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi pekon di Lampung Barat. Pemerintah daerah pun optimistis program ini dapat memperkuat kemandirian desa secara berkelanjutan dan berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi berbasis koperasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
