Notification

×

Iklan

Iklan

Menaker Dorong Vokasi 2026 Siapkan Tenaga Kerja

Senin, 20 April 2026 | 18.46 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-20T11:46:33Z
Program Vokasi Nasional 2026


BERNUS.CO — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang untuk menghasilkan lulusan siap kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

Saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/4/2026), Yassierli menekankan pentingnya konsep link and match antara pelatihan dan dunia usaha.

“Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” kata Yassierli.

Program pelatihan vokasi ini dilaksanakan secara nasional dengan melibatkan 10.405 peserta. Mereka tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD di berbagai daerah.

Khusus di BBPVP Bandung, sebanyak 512 peserta mengikuti beragam pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Beberapa di antaranya meliputi pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, hingga desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD).

Selain itu, pelatihan juga menggunakan skema project-based learning, termasuk pada program pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas atau smart building. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis peserta.

Untuk mendukung pelaksanaan pelatihan vokasi, BBPVP Bandung telah menyiapkan fasilitas, sarana prasarana, serta instruktur yang kompeten agar pelatihan berjalan optimal dan berbasis industri.

Peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas, seperti pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, serta perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Selain itu, peserta memperoleh sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada skema tertentu, peserta juga difasilitasi asrama.

Pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan sebanyak 70.000 peserta mengikuti program pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN. Program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat tanpa dipungut biaya.

“Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” ujar Yassierli.
×
Berita Terbaru Update