Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Cukup Ijazah, Wamenaker Dorong Pekerja Tingkatkan Kompetensi

Jumat, 24 April 2026 | 17.54 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-24T10:54:23Z


BERNUS.CO – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi hanya berfokus pada ijazah, melainkan juga pada kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal tersebut dinilai penting agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung cepat.

Pernyataan itu disampaikan Afriansyah Noor saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ia menekankan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi pekerja untuk meningkatkan daya saing.

“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kompetensi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan sertifikasi, seperti balai pelatihan vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Politeknik Ketenagakerjaan, serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi. 

Program tersebut meliputi pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Selain peningkatan kompetensi, Afriansyah Noor juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja. Ia mengajak serikat pekerja di lingkungan Sucofindo untuk memperkuat persatuan serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja bisnis, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

Ia menilai kesejahteraan pegawai beserta keluarganya menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan bersama-sama mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” ucapnya.

Melalui penguatan kompetensi dan hubungan industrial yang harmonis, diharapkan tenaga kerja Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
×
Berita Terbaru Update