Notification

×

Iklan

Iklan

Pemberitaan Solar Subsidi SPBN Ketapang Viral, Sikap Bombom Dinilai Justru Memperuncing Persoalan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16.01 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-03T09:01:49Z
                        Gambar Ilustrasi
Pangkalpinang, Bernus.co — Pemberitaan terkait dugaan penyaluran atau penjualan BBM jenis solar subsidi secara ilegal di sekitar SPBN Ketapang, Pangkalpinang, terus menjadi perhatian publik.

Di tengah sorotan tersebut, sikap seorang pria yang dikenal dengan nama Bombom justru dinilai sejumlah pihak tidak menunjukkan upaya untuk meredakan persoalan. Saat terdapat pihak yang disebut hendak menjadi penengah dan memediasi persoalan, Bombom disebut memilih menyalakan mobil pikapnya dan meninggalkan lokasi dengan kecepatan tinggi.

Sikap tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak yang berada di lokasi. Upaya mediasi yang semestinya dapat menjadi jalan untuk mengklarifikasi persoalan justru disebut tidak mendapatkan respons.

Sejumlah informasi yang dihimpun awak media di lapangan juga menyebut adanya dugaan aktivitas pengisian solar subsidi dari nozzle SPBN Ketapang yang dilakukan secara berulang.

Beberapa sumber yang ditemui di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Sungai Baturusa, yang lokasinya tidak jauh dari SPBN Ketapang, menyampaikan dugaan tersebut. Salah seorang warga yang berbicara kepada awak media mengatakan, “Nyaman Bombom, lancar jual solar ke penambang tengah sekarang.”

Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari sumber lapangan dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan bahwa Bombom diduga tetap melakukan pengisian solar di SPBN Ketapang, meskipun sebelumnya telah mendapat teguran atau nasihat dari sejumlah pihak di sekitar lokasi.

Sejumlah orang yang ditemui awak media juga mengaitkan solar tersebut dengan aktivitas para penambang ilegal. Namun, informasi mengenai tujuan akhir BBM tersebut maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu masih membutuhkan pembuktian dan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.

Lebih jauh, beredar pula dugaan adanya pihak tertentu yang memberikan perlindungan kepada Bombom. Bahkan, sumber di lapangan menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum anggota berseragam serta aliran dana dari seorang oknum anggota di wilayah Kota Pangkalpinang.

Dugaan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta karena membutuhkan konfirmasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Persoalan ini menjadi semakin serius karena menyangkut distribusi BBM subsidi yang pada prinsipnya diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan. Apabila benar terjadi penyalahgunaan distribusi atau penjualan kembali BBM subsidi secara ilegal, hal tersebut perlu ditindaklanjuti oleh instansi berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Bombom terkait berbagai tudingan tersebut, termasuk mengenai dugaan penjualan kembali solar subsidi, tujuan penggunaan BBM, serta isu adanya pihak tertentu yang disebut memberikan perlindungan.

Konfirmasi dari pengelola atau pihak berwenang di SPBN Ketapang juga penting untuk menjelaskan mekanisme penyaluran solar subsidi, termasuk apakah terdapat transaksi atau pengisian yang menyimpang dari ketentuan.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diperoleh di lapangan. Setiap pihak yang disebut memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan guna menjaga keberimbangan pemberitaan. (Dev/Tim)
×
Berita Terbaru Update