Notification

×

Iklan

Iklan

Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Eliminasi TBC Berbasis Digital

Senin, 27 April 2026 | 19.56 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-27T12:56:03Z


BERNUS.CO – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat komitmennya dalam mempercepat eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui penguatan layanan kesehatan dan integrasi data berbasis digital. Langkah ini menjadi prioritas utama untuk memastikan setiap kasus TBC dapat terdeteksi lebih dini dan tertangani secara menyeluruh.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan tenaga ahli kesehatan dalam audiensi bersama Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Penegasan tersebut menjadi tindak lanjut atas posisi Lampung yang kini masuk dalam wilayah prioritas nasional penanggulangan TBC.

Status tersebut mendorong percepatan program yang lebih terukur dan sistematis di seluruh kabupaten dan kota. Pemerintah menilai tantangan utama tidak hanya terletak pada pengobatan pasien, tetapi juga pada perluasan proses skrining agar kasus dapat ditemukan lebih awal.

Pemprov Lampung mulai mengoptimalkan peran seluruh lini layanan kesehatan, mulai dari Puskesmas, Posyandu, hingga keterlibatan kader desa. Penguatan di tingkat akar rumput ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses layanan kesehatan formal.

“Kita sudah punya pola penanganan yang terbentuk saat COVID-19 yang bisa kita adaptasi untuk TBC,” ujar Wagub Jihan.

Selain itu, inovasi teknologi diterapkan melalui integrasi data pemantauan pasien ke dalam aplikasi “Lampung In”. Aplikasi ini memungkinkan pemantauan perkembangan pengobatan pasien secara real-time sehingga risiko putus obat dapat ditekan secara signifikan. Integrasi data digital menjadi kunci agar hasil deteksi di lapangan dapat langsung terhubung dengan intervensi kebijakan.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga dioptimalkan sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk lebih proaktif memeriksakan kondisi kesehatan tanpa terkendala biaya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa TBC berdampak langsung terhadap produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penyakit menular ini dinilai sebagai ancaman serius bagi pencapaian target pembangunan manusia di daerah.

Data capaian kesehatan menunjukkan tren positif dengan peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan pada 2025, dari 103 persen menjadi 131 persen. Untuk indikator kesembuhan pengobatan TBC sensitif obat, Lampung mencatat angka 98 persen pada akhir tahun lalu.

Sementara itu, hingga triwulan pertama 2026, tingkat keberhasilan pengobatan telah mencapai 81 persen dari target tahunan. Capaian ini menjadi indikator kuat atas efektivitas program yang dijalankan pemerintah daerah.

Pemprov Lampung optimistis bahwa melalui sinergi lintas sektor, target eliminasi TBC dapat tercapai sesuai waktu yang ditetapkan. Dukungan pemerintah pusat, termasuk kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, turut memperkuat implementasi program di lapangan.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan gejala yang mencurigakan kepada tenaga kesehatan terdekat. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam upaya mewujudkan Lampung bebas TBC di masa mendatang.
×
Berita Terbaru Update